Tuesday, 20 Nov 2018

Janji Kampanye Prabowo Untuk Menghentikan Impor, Picu Perdebatan

news24xx


Prabowo dan JokowiPrabowo dan Jokowi

NEWS24.CO.ID - Janji calon presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan impor bahan bakar dan makanan jika dia terpilih tahun depan telah memicu perdebatan dan kritik, terutama dari kubu incumbent Joko “Jokowi” Widodo. Didepan sekelompok ulama yang berkumpul pada hari Senin, 5 November 2018 untuk menyatakan dukungan mereka kepada ketua Partai Gerindra, Prabowo berkata, “Saya berjanji di sini bahwa, jika [saya terpilih sebagai presiden berikutnya], saya akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam hal energi dan makanan. Kita tidak akan mengimpor apa pun," katanya seperti dikutip dari kompas.com.

Dia lebih lanjut mencatat bahwa, seandainya Indonesia menghentikan impor bahan bakar, negara tidak perlu mengirim USD 30 miliar per tahun ke luar negeri untuk membayar sumber energi. Dia mengatakan Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan publik.

Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mencerca janji kampanye Prabowo, mengatakan tidak ada negara di dunia yang bisa bertahan tanpa membeli barang dari negara lain. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Indonesia perlu mengimpor barang untuk mendukung industrinya, sehingga negara itu juga bisa mengekspor barang.

“Pernyataan Prabowo dipertanyakan. Itu adalah kebohongan langsung kepada orang-orang, ”katanya. "Saya pikir kandidat harus menyampaikan janji-janji yang realistis, terukur dan dapat dibuktikan," tambahnya, seperti dikutip oleh kompas.com.

Juru bicara kampanye Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, lewat akun Twitternya @dahnilanzar membenarkan pernyataan kontroversial Prabowo. Dalam serangkaian tweet, Dahnil mengatakan Prabowo, jika terpilih, akan memastikan bahwa proses impor di negara itu akan bebas dari praktik penipuan, termasuk memanipulasi statistik untuk membenarkan impor.

"Manipulasi semacam itu menciptakan situasi kelangkaan buatan [untuk membenarkan impor] dengan mengorbankan petani lokal," kata Dahnil.

Dia menambahkan bahwa Prabowo berjanji akan mengindustrialkan pertanian lokal untuk mencapai ketahanan pangan dan memberdayakan petani lokal. Menanggapi pernyataan Prabowo, Kepala Badan Statistik Indonesia Suhariyanto mengatakan bahwa Indonesia tersebut harus bertujuan untuk keberlanjutan dan memprioritaskan bahan-bahan lokal atas bahan-bahan impor.

“Negara sudah memiliki peraturan tentang material lokal. Kita harus meningkatkan pelaksanaan, ”katanya, seperti dikutip oleh kantor berita Antara.

Menurut Suhariyanto, Indonesia membukukan ekspor sebesar USD 46,99 miliar pada kuartal ketiga, naik 8,33 persen dari periode yang sama tahun lalu dan 7,84 persen lebih tinggi dari pada kuartal kedua. Namun, negara itu juga memesan impor lebih tinggi, sebesar USD 49,72 miliar pada kuartal ketiga, atau peningkatan 10,25 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Kami melihat defisit pada bulan Juli dan Agustus tetapi surplus pada bulan Agustus," kata Suhariyanto.

 

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV





Related News