Wednesday, 14 Nov 2018

Tunawisma Pekanbaru Ini Dapat Kompensasi Dari Kepolisian Hingga Ratusan Juta, Ini Alasannya ...

news24xx


 Iwan Mulyadi Iwan Mulyadi

NEWS24.CO.ID - Iwan Mulyadi, yang secara tidak sengaja ditembak oleh seorang polisi di Sumatra Barat 12 tahun yang lalu, akhirnya menerima kompensasi.

“Alhamdulliah, sudah ada kemajuan,” kata pengacara Iwan Wengki Purwanto, yang juga ketua Asosiasi Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) di Sumatera Utara.

Berbicara kepada Kompas setelah bertemu dengan divisi hukum Kepolisian Sumatera Barat pada hari Senin, 5 November 2018 Wengki mengatakan AKBP Nina Febri Linda telah mengundang PHBI sebagai penasihat hukum Iwan untuk membahas kompensasi.

Dalam pertemuan itu, PHBI diberitahu bahwa Polisi Nasional telah meminta Kepolisian Sumatera Barat untuk menerapkan putusan pengadilan tujuh tahun lalu mengenai pembayaran sebesar Rp 300 juta (USD 20.199) sebagai kompensasi. Kepolisian Sumatera Barat juga telah mengusulkan alokasi anggaran untuk pembayaran dari anggarannya yang telah direvisi 2018, sesuai dengan instruksi Polisi Nasional.

"Setelah disetujui, dana akan ditransfer ke Kepolisian Pasaman Barat, dan kompensasi itu kemudian dapat disalurkan melalui Pengadilan Distrik Pasaman Barat," kata Wengki.

Iwan secara tidak sengaja ditembak oleh Briptu Nofrizal, anggota kepolisian Kinali di Kabupaten Pasaman Barat pada 29 Januari 2006. Saat itu polisi tengah mengejar seorang tersangka di lingkungan rumah Iwan. Iwan, yang saat itu berusia 16 tahun tertembak di bagian punggung sehingga mengakibatkan kelumpuhan dari pinggang ke bawah, karena peluru tersebut menghantam tulang belakangnya.

Iwan yang sekarang berusia 28 tahun bertahan hidup dengan cara mengemis di jalanan bersama ayahnya yang berusia 75 tahun di Pekanbaru, Riau.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV