Wednesday, 14 Nov 2018

Menyambut Wakil Gubernur Baru di Ibukota

news24xx


Sandiaga UnoSandiaga Uno

NEWS24.CO.ID - Perselisihan yang berlarut-larut antara Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tentang siapa yang layak menerima jabatan wakil gubernur Jakarta yang telah ditinggalkan oleh Sandiaga Uno akhirnya berakhir setelah pertemuan antara kedua pemimpin partai itu pada hari Senin, 05 November 2018 dan menyimpulkan bahwa partai berbasis Islam tersebut akan mengambil alih jabatan yang telah ditinggalkan. 

Ketua Gerindra di Jakarta, Muhammad Taufik, mengatakan bahwa pihaknya telah setuju untuk menyerahkan jabatan itu kepada PKS. Ketua Gerindra, Prabowo Subianto dilaporkan menjanjikan PKS tempat yang didambakan sebagai imbalan atas dukungan mereka untuk Sandiaga.

Kedua pihak akan mewawancarai calon wakil gubernur yang diusulkan oleh PKS, yang diketuai oleh Ketua PKS Jakarta Syakir Purnomo yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Selama hampir tiga bulan, perselisihan itu menjadi perhatian warga di ibu kota. Warga Jakarta memilih Anies Baswedan dan Sandiaga dengan harapan bahwa keduanya akan mengubah Jakarta menjadi tempat yang lebih baik. Kemudian Sandiaga mengubah arah perjalanan politiknya sendiri dan mencari peruntungan besar untuk  jabatan yang lebih tinggi. Akibatnya, sejak Sandiaga dinyatakan sebagai pasangan calon presiden Prabowo pada awal Agustus, Anies tidak memiliki mitra untuk berbagi beban mengelola kota dengan populasi 10 juta orang tersebut.

Memimpin kota besar seperti Jakarta menjadi impian banyak, mengingat masalah perkotaannya yang sudah terlalu sulit untuk ditangani sendirian. Setelah hampir tiga bulan berjalan sendirian, diharapkan Anies dapat mengatur Jakarta dengan cara yang efektif. Khususnya sekarang, ketika pemerintah Jakarta dan Dewan Kota sedang mempertimbangkan rancangan anggaran kota untuk 2019, peran seorang wakil gubernur adalah instrumental.

Dari sudut pandang politik, anggaran kota merupakan perwujudan janji-janji kampanye gubernur dan wakil gubernur terpilih. Terlalu banyak yang dipertaruhkan dalam rancangan debat anggaran dan Anies membutuhkan orang tepercaya yang dapat memastikan platform kampanyenya diimplementasikan dalam program yang bermanfaat bagi semua warga ibukota.

Namun, permainan kekuasaan di dalam koalisi yang menominasikan Anies dan Sandiaga telah membuat para anggota Gerindra dan PKS gagal mencapai kesepakatan mengenai jabatan wakil gubernur, yang seharusnya lebih penting bagi orang Jakarta daripada bagi diri mereka sendiri. Di mata publik, perselisihan menunjukkan celah dalam koalisi. Seandainya mereka saling percaya dan saling menghormati, mereka akan dengan tegas menyelesaikan masalah segera setelah Sandiaga mengundurkan diri sebagai wakil gubernur. UU Pemilu Daerah menyerahkan hal-hal tersebut kepada anggota partai yang menang dalam pemilihan atau koalisi partai.

Dalam memilih wakil gubernur, bagaimanapun, baik Gerindra dan PKS perlu mempertimbangkan pandangan Anies. Karena sebagai gubernur, pendapatnya penting sebab dialah yang harus membentuk kemitraan yang erat dengan wakilnya di masa depan.

 

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV