Tuesday, 20 Nov 2018

Wisata Banyuwangi Akan Dipromosikan di Belgia

news24xx


BanyuwangiBanyuwangi

NEWS24.CO.ID -  Kementerian Luar Negeri Indonesia akan membantu mempromosikan potensi wisata Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur di Belgia dan beberapa negara lain di Eropa.

"Kami mendengar banyak tentang pariwisata Banyuwangi lewat berbagai festival. Saya melihat ini sebagai potensi yang layak untuk ditawarkan di Belgia pada khususnya, dan Eropa pada umumnya," kata Duta Besar Indonesia di Brussels, Meri Astrid Indriasari, setelah bertemu dengan Kabupaten Banyuwangi Kepala Abdullah Azwar Anas pada hari Minggu.

Pejabat dari Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Indonesia di Brussels, Belgia, telah mengunjungi Banyuwangi untuk membahas rencana pemasaran pariwisata.

Astrid mengatakan Banyuwangi akan memprioritaskan nilai-nilai budaya dan panorama alamnya, dan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan Eropa.

"Turis dari Eropa menyukai seni dan budaya, dan juga keindahan alam. Dan Banyuwangi menyajikan semua atraksi tersebut, termasuk pariwisata pertaniannya,"  kata Kedutaan Besar Indonesia di Brussels, Wahidah Maghriby menambahkan.

Dia mencatat bahwa setidaknya ada dua tempat wisata Banyuwangi yang ditargetkan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Brussels untuk dipasarkan di Eropa, yaitu Tari Gandrung dan Kawah Ijen.

"Brussels adalah tempat pemasaran strategis. Kota ini adalah pusat dari Uni Eropa, jadi ini adalah referensi untuk semua negara Eropa. Produk domestik bruto Belgia sangat tinggi, dan ekonomi rakyat sangat baik. Oleh karena itu, mereka sangat potensial untuk ditargetkan, "katanya.

Wahidah menambahkan bahwa KBRI Brussels telah menjalin sinergi erat dengan manajemen Pairi Daiza, objek wisata terkemuka di Belgia yang dikunjungi oleh setidaknya 1.000.000 orang setiap tahun.

Selain itu, Festival d`Indonesia juga diadakan secara rutin di Belgia. Banyuwangi adalah obyek yang dipromosikan di negara ini.

Kedutaan Besar Indonesia di Brussels juga memiliki House of Indonesia, yang merupakan etalase permanen untuk produk Indonesia, termasuk produk unggulan Banyuwangi, seperti coklat, kopi, produk pertanian organik, dan perikanan.

Azwar Anas menyambut baik upaya pemasaran pariwisata ke Eropa. Sebelumnya, difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pariwisata, Banyuwangi dipromosikan ke Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia selama Piala Dunia 2018 di Moskow.

"Eropa memang pasar yang bagus. Sejauh ini, sekitar 100.000 wisatawan asing mengunjungi Banyuwangi, lebih dari setengah mengunjungi Kawah Ijen, dan mereka kebanyakan dari negara-negara Eropa, terutama Prancis," kata Anas.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2017 jumlah wisatawan Eropa yang melakukan perjalanan ke Indonesia mencapai sekitar 1,75 juta.

"Kami ingin mendapatkan hanya lima persen dari jumlah itu, atau sekitar 87.000 turis. Promosi ini ke Belgia adalah cara untuk mencapai target itu. Terima kasih atas dukungan luar biasa dari Kementerian Luar Negeri dalam mempromosikan potensi wisata lokal untuk menjadi global, "Kata Anas.

Wisatawan Eropa, Anas menambahkan, memiliki kelebihan tersendiri. Berdasarkan penelitian oleh Kementerian Pariwisata, wisatawan Eropa menghabiskan USD 1.538 per turis per kunjungan rata-rata, melebihi turis China yang menghabiskan sekitar USD 1.019 per pelancong per kunjungan.

"Dengan pengeluaran besar, dampak ekonomi bagi penduduk setempat juga besar," katanya.

 

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV